AI dan Deep Learning Akan 'Mengguncang' Sekolah tapi Guru Tetap Jadi Kunci

Acer Aspire Spin 14 AI.
Sumber :
  • VIVA/Lazuardhi Utama

Digital, VIVA - Teknologi kecerdasan buatan (AI) dan deep learning diyakini memiliki potensi besar untuk meningkatkan efektivitas proses belajar-mengajar, tanpa mengabaikan pentingnya peran pendidik atau guru dalam menuntun dan memaknai kegiatan belajar-mengajar yang terjadi.

Berbagai pemangku kepentingan di dunia pendidikan didorong untuk berpikir sistemik, memiliki pemahaman konseptual berpikir kritis, sehingga dapat menciptakan generasi yang siap bersaing di pasar global.

"Kami ingin terus menjadi bagian dalam memperkuat kesiapan dunia pendidikan menghadapi era pembelajaran berbasis teknologi," kata Direktur Utama Acer Indonesia Leny Ng.

Sebab, percepatan transformasi digital di sektor pendidikan yang menjadi faktor penting dalam keberlanjutan program.

Guru Besar FKIP UT, Tian Belawati, menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi AI dan deep learning kini bukan sekadar sebuah tren, namun perlu segera diimplementasikan di berbagai sektor pendidikan.

Menurutnya, setiap anak berhak mendapatkan pendidikan berkualitas melalui peranan sekolah dan guru yang juga berkualitas.

Hal ini menjadi bukti komitmen untuk menghadirkan ekosistem pembelajaran yang adaptif dan kompetitif, sesuai kebutuhan pendidikan di masa depan.