Studi Temukan ChatGPT-5 Sering Salah 1 dari 4 Kali, Ini Penyebabnya

ChatGPT-5/GPT-5
Sumber :
  • Tangkapan Layar

DigitalArtificial Intelligence (AI) semakin banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari mencari informasi, membuat konten, hingga memberikan saran. Namun, meskipun terlihat pintar, ChatGPT-5 ternyata masih sering salah. Menurut studi terbaru dari OpenAI, chatbot ini bisa keliru sekitar 1 dari 4 kali.

img_title El Nino Godzilla Mengancam, AI Siap Mengadang

Hal yang menarik, kesalahan ini bukan sekadar acak, melainkan muncul akibat cara AI dilatih dan diuji. Fenomena tersebut dalam dunia AI dikenal dengan istilah “halusinasi”.

Apa Itu Halusinasi AI?

Halusinasi AI terjadi ketika chatbot memberikan jawaban yang salah atau menyimpang jauh dari pertanyaan, namun tetap disampaikan dengan penuh percaya diri. Misalnya, ada kasus pengguna hanya meminta ide, tetapi ChatGPT tiba-tiba menghasilkan cerita fantasi panjang yang tidak relevan.

img_title Bos Besar Samsung Electronics Bongkar Fakta Mengejutkan untuk Pengguna di Asia Tenggara

Masalah utama dari halusinasi bukan hanya jawabannya salah, melainkan AI terlihat sangat yakin dengan jawabannya, sehingga membuat pengguna bisa tertipu.

Kenapa ChatGPT-5 Sering Menebak daripada Mengaku Tidak Tahu?

Menurut riset OpenAI yang dilansir dari Tom’s Guide, akar masalahnya ada pada sistem evaluasi model AI. Dalam pengujian, chatbot yang menjawab “saya tidak tahu” justru mendapat nilai rendah. Sebaliknya, model yang selalu memberi jawaban,meski salah, cenderung mendapat peringkat lebih tinggi.

Halaman Selanjutnya
img_title
img_title AI Bisa Bantu Pedagang Kaki Lima Naik Kelas