Pegang Teguh Prinsip 'Zero to Landfill'
- VIVA/Lazuardhi Utama
Plastik menjadi jenis sampah yang paling banyak dikumpulkan dengan bobot mencapai 1.442 kg, disusul dengan kertas (432 kg), sampah residu (455 kg), sampah organik (230 kg), logam (38,4 kg), kaca (9,61 kg) dan e-waste (5,23 kg).
Sampah organik seperti sisa makanan dari area acara diolah menjadi kompos alami yang mampu memperkaya unsur hara tanah. Sementara sampah yang dapat didaur ulang — termasuk plastik, kertas, logam, dan kaca — dikirim ke fasilitas daur ulang untuk diproses kembali menjadi bahan baku maupun produk baru yang memiliki nilai ekonomi.
Untuk jenis sampah yang tidak bisa didaur ulang, Limbah.id mengadopsi teknologi RDF (Refuse Derived Fuel) yang mengolah sampah residu menjadi bahan bakar alternatif bagi industri energi, Pendekatan ini membantu menggantikan sebagian penggunaan batu bara sekaligus menurunkan emisi karbon dari proses produksi energi.
"Kami ingin membuktikan bahwa keberlanjutan bukan sekadar konsep, melainkan sesuatu yang dapat diterapkan dalam setiap kegiatan, termasuk event olahraga," ungkap Joseph Heru Sanjaya, CEO dan Founder Limbah.id.