Di Balik Teknologi EV Dunia, Ada Peran Besar Indonesia

Industri otomotif jepang
Sumber :
  • The Japan Times

Fasilitas yang dikelola bersama PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM) ini mampu menghasilkan 1 juta ton alumina per tahun, dengan separuhnya diserap oleh INALUM sebagai bahan baku utama peleburan aluminium, dan sisanya untuk ekspor.

img_title Leica Turun Tangan di Xiaomi 17 Series, bikin Foto Makin 'Hidup'

“ANTAM punya cadangan bauksit besar dan bisa memasok bahan baku ke smelter INALUM. Ini memperkuat rantai industri dari hulu ke hilir, dari bauksit menjadi alumina hingga aluminium,” jelas Ferdy.

Langkah hilirisasi logam yang dijalankan MIND ID menjadi bukti nyata keseriusan pemerintah membangun ekosistem industri terintegrasi. Jika dulu Indonesia mengekspor hingga 40 juta ton bauksit mentah per tahun ke Cina, kini orientasinya bergeser ke produksi alumina dan aluminium bernilai tambah tinggi.

img_title Dreame Indonesia Rilis 3 'Monster' Smart Home

“Dengan kebijakan ini, perusahaan otomotif asing justru akan mengimpor alumina dari Indonesia kalau ingin tetap menjaga pasokan bahan baku,” ujar Ferdy.

Kebijakan hilirisasi ini menandai babak baru industrialisasi Indonesia. Selain memperkuat fondasi industri nasional, langkah tersebut juga diharapkan mampu menekan defisit perdagangan sektor manufaktur yang pada 2017–2024 tercatat mencapai US$4,3 miliar akibat impor komponen otomotif dan alat berat.

img_title Dreame Resmi Ekspansi, Silakan Coba Langsung Sebelum Beli

Ferdy menegaskan, Indonesia tidak bisa lagi bergantung pada ekspor bahan mentah. “Indonesia terlalu lama nyaman mengekspor bahan mentah. Padahal, nilai tambah sesungguhnya ada di tahap pengolahan,” tandsanya.