Ketika Teknologi dan Tradisi Berjalan Berdampingan
Digital – Isu keterhubungan antara teknologi dan tradisi masih sering menjadi bahan perdebatan di tengah masyarakat. Keduanya kerap dianggap bergerak di jalur berbeda, seolah tidak mungkin dipadukan.
Persepsi itu tumbuh seiring masifnya perkembangan digital yang dinilai dapat menggeser ruang ekspresi budaya.
Di sisi lain, ada upaya untuk menunjukkan bahwa teknologi tidak selalu menjadi ancaman bagi seni tradisi. Platform digital, misalnya, mulai digunakan sebagai sarana memperkenalkan kembali kekayaan budaya kepada generasi muda.
Para pemerhati budaya menilai pola ini sebagai bentuk adaptasi yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Dorongan menjaga warisan budaya dalam lanskap modern pun membuat kolaborasi lintas sektor semakin menonjol. Berbagai kegiatan seni kini mencoba menghadirkan pendekatan yang memadukan unsur tradisi dengan dukungan teknologi.
Seperti yang dilakukan iForte, yang melanjutkan program seni budayanya melalui National Dance Competition “Inspirasi Diri” 2026.
Setelah sebelumnya terlibat dalam penyelenggaraan Pagelaran Sabang Merauke, kompetisi ini diarahkan menjadi wadah bagi pelajar dan mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas tari sekaligus mengenal lebih dekat kekayaan Nusantara.