Dari Gigitan ke Dunia Digital

Perhelatan Indonesia Game Expo atau IGX 2025.
Sumber :
  • Dok. Istimewa

Di IGX 2025, platform ini menghubungkan empat titik interaksi berbeda yang menampilkan pengalaman AR variatif, menciptakan perjalanan digital yang konsisten dan mudah diakses semua orang.

“AR sebenarnya bukan hal baru, tapi dengan Hovarlay, prosesnya jauh lebih simpel dan efisien. Kami ingin membuka akses agar teknologi ini bisa digunakan siapa saja, bukan hanya merek besar dengan anggaran besar tapi juga UMKM dan kreator lokal,” kata Brian Tay, co-founder Hovarlay.

Menurut Kellyn Limas, direktur kreatif Gentong Ice Cream, ide kolaborasi ini lahir dari semangat untuk menciptakan kebahagiaan lewat pengalaman baru.

“Kita enggak mau cuma jualan es krim, tapi ingin menghadirkan momen yang bikin pelanggan makin happy. Lewat AR dari Hovarlay, pengunjung bisa main, kumpulkan item sampai foto bareng Pitari. Ini semua dari satu scan,” tegasnya.

Kolaborasi ini membuktikan bahwa AR bukan lagi sekadar teknologi futuristik, tapi solusi nyata untuk menghadirkan engagement baru bagi berbagai sektor, dari makanan, hiburan, hingga pemasaran.

“Kolaborasi ini menandai arah baru lintas industri. Ketika kreativitas lokal bertemu teknologi global untuk menciptakan pengalaman yang bukan hanya seru, tapi juga bermakna. Kami ingin menunjukkan bahwa AR bisa hadir di mana saja, bahkan lewat es krim,” jelas Kellyn.