Demo Besar di Kantor Microsoft, Kontrak dengan Israel Picu Amarah Dunia
- Istimewa
Isu ini tidak bisa dilepaskan dari peran teknologi dalam perang modern. Cloud computing dan kecerdasan buatan kini menjadi bagian penting dalam operasi militer. Investigasi terbaru menyoroti keterlibatan Microsoft dalam pengelolaan data sensitif milik warga Palestina.
Hasil Investigasi The Guardian
Laporan tersebut mengungkap bahwa jutaan data panggilan telepon harian warga Gaza dan Tepi Barat disimpan di server berbasis Microsoft. Hal ini memicu kekhawatiran bahwa data ini dimanfaatkan untuk operasi militer yang berujung pada pelanggaran HAM.Microsoft Belum Beri Klarifikasi Detail
Hingga kini, Microsoft belum mengeluarkan pernyataan resmi yang menjelaskan sejauh mana keterlibatan mereka dalam proyek ini. Namun, tekanan publik terus meningkat seiring viralnya aksi protes.
Google Pernah Alami Hal Sama
Aksi protes terhadap Big Tech terkait Israel bukan hal baru. Sebelumnya, Google juga menghadapi demonstrasi karyawan yang menentang Project Nimbus, kontrak senilai 1,2 miliar dolar AS yang melibatkan Google dan Amazon untuk menyediakan komputasi awan dan kecerdasan buatan bagi pemerintah serta militer Israel.