Geger Remaja Bunuh Diri, OpenAI Ubah Cara ChatGPT Hadapi Pengguna Rentan
- AI ChatGPT
Kasus ini membuka perdebatan lebih luas tentang posisi AI dalam kehidupan sehari-hari. Di satu sisi, AI bisa menjadi teman virtual yang membantu meringankan rasa kesepian. Namun, di sisi lain, AI berpotensi memperburuk kondisi mental seseorang jika tidak dikelola dengan benar.
Pakar psikologi digital menilai bahwa anak muda lebih rentan terhadap “ilusi kedekatan” dengan chatbot. Percakapan panjang dengan AI bisa membuat mereka merasa dimengerti, padahal sebenarnya sistem hanya memproses data tanpa empati manusiawi.
Oleh karena itu, ada beberapa catatan penting yang perlu diperhatikan:
Regulasi pemerintah diperlukan: Bukan hanya perusahaan teknologi, tetapi regulator juga harus memastikan standar keamanan AI untuk publik.
Pendidikan digital bagi remaja: Anak muda harus dibekali pemahaman bahwa AI bukan pengganti dukungan emosional manusia.
Kolaborasi dengan profesional kesehatan mental: AI seharusnya terhubung dengan jaringan bantuan nyata, misalnya hotline pencegahan bunuh diri.