Bahaya Curhat ke ChatGPT: Pakar Peringatkan Bisa Bikin Mental Makin Runtuh

Ilustrasi ChatGPT/prompt ChatGPT
Sumber :
  • ChatGPT

Digital – Di era digital saat ini, banyak orang menjadikan kecerdasan buatan seperti ChatGPT sebagai teman curhat. Mulai dari menceritakan masalah pribadi, kisah cinta, hingga keluhan mental, semua dituangkan dalam percakapan dengan chatbot yang terasa selalu siap mendengarkan tanpa menghakimi.

img_title CFO Fokus Hemat, CMO Kejar Growth: AI Sudah Masuk ke Jantung Bisnis dan Jadi Titik Panas di Perusahaan

Namun, para pakar justru mengingatkan bahwa kebiasaan ini berpotensi berbahaya dan bisa memperburuk kondisi psikologis.

Fenomena “curhat ke AI” semakin marak karena dianggap aman, praktis, dan gratis dibandingkan pergi ke psikolog. Padahal, ChatGPT bukan terapis sungguhan. Ia tidak memiliki empati, tidak memahami konteks pribadi, bahkan bisa memberikan jawaban yang memperkuat delusi atau pikiran negatif.

img_title Telkomsel dan OpenAI bikin Gebrakan, Pertama di Asia Tenggara

Beberapa kasus di dunia bahkan menunjukkan bagaimana interaksi panjang dengan chatbot justru mendorong seseorang ke jurang depresi lebih dalam.

Lantas, apa saja bahaya curhat ke ChatGPT menurut para pakar? Berikut ulasannya.

ChatGPT Tidak Punya Empati Sejati

img_title ChatGPT Atlas vs ChatGPT Biasa: Sama-sama Pintar, tapi Atlas Jauh Lebih Canggih dan Bisa Jelajahi Internet

Pakar kecerdasan buatan O’Doherty mengingatkan bahwa curhat ke chatbot bisa menyesatkan, terutama bagi mereka yang sedang rapuh.

Halaman Selanjutnya
img_title