Pegang Teguh Prinsip 'Zero to Landfill'
- VIVA/Lazuardhi Utama
Digital, VIVA — Garmin Indonesia menggandeng Limbah.id sebagai sustainability partner untuk memastikan pengelolaan sampah selama acara berjalan efektif dan terukur.
Melalui kolaborasi ini, setiap limbah yang dihasilkan sepanjang rangkaian kegiatan dikelola secara bertanggung jawab dengan tujuan meminimalkan dampak lingkungan dan mendukung prinsip zero to landfill.
Marketing Communications Manager Garmin Indonesia Rian Krisna menyoroti isu penting yang sudah menjadi 'makanan sehari-hari' masyarakat, yaitu sampah. Ia ingin tidak hanya fokus pada pengumpulan sampah tapi juga pengelolaan limbah elektronik (e-waste).
"Peningkatan volume sampah yang dikumpulkan pelari mencerminkan kesadaran lingkungan yang semakin kuat seiring dengan meningkatnya budaya hidup sehat melalui olahraga," ungkapnya.
Berbagai sampah organik dan anorganik seperti botol plastik, kardus, kaleng, dan botol kaca, serta menyiapkan fasilitas pengumpulan sampah elektronik (e-waste) diolah oleh Limbah.id dengan prinsip zero to landfill.
Prinsip zero to landfill yang dipegang Limbah.id berarti, setiap jenis sampah diolah agar tidak berakhir di TPA, melainkan dimanfaatkan kembali melalui proses daur ulang, pengolahan organik, dan pengelolaan khusus untuk sampah residu maupun e-waste.
Limbah.id berhasil mengumpulkan total sampah sebanyak hampir 3 ton (2.614,82 kg). Semua sampah tersebut diproses di Material Recovery Facility (MRF) milik Limbah.id untuk dipilah dan diolah agar tidak berakhir di TPA.