Terungkap! Indonesia Punya 3.000 GW Potensi EBT, Tapi Baru 0,2% Dimanfaatkan
- Kementerian ESDM
Untuk merealisasikan hal tersebut, pembangunan infrastruktur berskala besar dinilai mutlak diperlukan. Termasuk di dalamnya jaringan transmisi sepanjang 48.000 kilometer sirkuit (kms) serta dukungan investasi yang signifikan.
“Pembangunan backbone transmisi dan Super Grid menjadi krusial untuk mengevakuasi EBT dalam jumlah besar dari sumbernya, seperti dari Sumatera dan Kalimantan, ke pusat beban di Jawa,” jelasnya.
Senada dengan hal tersebut, Sekretaris Jenderal MKI sekaligus Ketua Panitia Pelaksana Electricity Connect 2025, Arsyadany G. Akmalaputri, menegaskan pentingnya optimalisasi EBT domestik demi memperkuat fondasi energi nasional. Ia menilai ekosistem EBT harus terus diperkuat untuk memastikan akses energi yang merata serta mendukung keberlanjutan lingkungan.
“Memperkuat ketahanan energi bagi Indonesia berarti mengamankan pasokan listrik yang andal, memastikan akses yang setara untuk semua wilayah, dan melindungi keberlanjutan lingkungan. Electricity Connect 2025 hadir sebagai wadah untuk mewujudkan hal tersebut melalui kolaborasi nyata,” ungkapnya.
Electricity Connect 2025 dijadwalkan berlangsung pada 19–21 November 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC). Acara ini akan menghadirkan lebih dari 100 exhibitor, mulai dari perusahaan energi dalam negeri dan internasional, lembaga pemerintah, hingga organisasi riset dan komunitas lokal.