Target 120 GW Pembangkit Energi Hijau Mulai Dikebut
- Kementerian ESDM
VIVA Digital – Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN) Dadan Kusdiana, mengatakan pemerintah Indonesia tengah mengebut transisi energi bersih. Meneurutnya, target besar RI mencapai net zero emission pada tahun 2060 atau bahkan lebih cepat.
Komitmen ini, kata dia, telah dipayungi oleh Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional. Salah satu poin yang ditekankan Dadan adalah dorongan besar untuk memaksimalkan pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT).
“Ada beberapa kebijakan strategis dalam PP 40/2025 tersebut. Yang paling utama adalah memaksimalkan potensi EBT di negara ini. Kami menargetkan 19-23% bauran energi nasional pada tahun 2030 berasal dari EBT,” kata Dadan dalam keterangan resminya, dikutip Jumat 21 November 2025.
Selain kebijakan tersebut, pemerintah juga telah merampungkan Second Nationally Determined Contribution (Second NDC) yang akan dibawa ke Konferensi Perubahan Iklim Dunia COP30 di Brasil. Dalam dokumen itu, pemerintah menegaskan pengurangan pemakaian bahan bakar fosil di sektor energi, dari sebelumnya 34% pada 2019 menjadi 29% pada tahun 2024.
Melanjutkan penjelasan tersebut, Direktur Pembinaan Program Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Wanhar, mengungkapkan bahwa arah transisi energi bersih telah dipetakan dalam Rencana Umum Ketenagalistrikan Nasional (RUKN) dan Rencana Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN 2025-2034.
Hasilnya, proyek pembangunan pembangkit hingga 2034 diproyeksikan mencapai 120 Gigawatt (GW), dengan 79% di antaranya berasal dari pembangkit EBT.
Penambahan kapasitas tersebut akan diperkuat oleh pembangunan Super Grid dan sistem penyimpanan energi untuk menjamin fleksibilitas serta keandalan kelistrikan nasional.