Samsung Galaxy S26 Ultra Masih Pakai Baterai 5.000 mAh? Stagnan Sejak S20 Ultra Tujuh Tahun Berturut-turut!
- PhoneArena
- Strategi desain tipis
Samsung mungkin lebih memilih menjaga dimensi ponsel agar tetap ramping, meski harus mengorbankan kapasitas baterai. - Efisiensi chipset
Dengan prosesor terbaru Snapdragon, daya tahan baterai bisa tetap panjang meski kapasitas tidak berubah. - Faktor bisnis
Selama konsumen masih membeli Galaxy S Ultra, Samsung mungkin merasa tidak perlu terburu-buru melakukan upgrade besar di sektor baterai.
Namun, jika strategi ini terus dipertahankan, bukan tidak mungkin pengguna setia akan beralih ke merek lain yang menawarkan lebih banyak value.
Bukan Masalah Daya Tahan, Tapi Gengsi
Perlu dicatat, Galaxy S26 Ultra dengan 5.000 mAh tidak berarti boros daya. Justru, berkat optimasi software, ponsel ini bisa bertahan seharian penuh.
Masalah utamanya ada pada persepsi. Ponsel flagship yang dijual lebih dari Rp20 juta seharusnya memberikan sesuatu yang lebih unggul dibanding pesaing di kelas menengah. Fakta bahwa ponsel Rp3 jutaan bisa hadir dengan baterai 7.000 mAh membuat Galaxy S Ultra terlihat stagnan.
Saatnya Samsung Berani Melangkah Lebih Jauh
Kapasitas 5.000 mAh mungkin masih relevan, tetapi konsumen kini menuntut loncatan nyata. Baterai 6.000 mAh atau bahkan lebih bukan hanya akan memberi daya tahan ekstra, tetapi juga memperkuat citra Galaxy S Ultra sebagai “flagship sejati”.