Internet Indonesia Kalah Jauh dari Singapura dan Kamboja

Ilustrasi internet cepat.
Sumber :
  • The Journal

Untuk layanan internet mobile, Brunei Darussalam memimpin dengan kecepatan unduh rata-rata 184,86 Mbps dan menempati peringkat ke-9 dunia. Singapura menyusul di posisi kedua dengan 164,75 Mbps (peringkat 12 dunia), sementara Vietnam dan Malaysia juga melesat di atas 140 Mbps.

img_title Komdigi Janjikan Internet Cepat di Sekolah Rakyat, Benarkah Bisa Dinikmati Semua Daerah?

Indonesia berada di peringkat ke-83 dunia, dengan kecepatan rata-rata hanya 45,01 Mbps. Angka ini tertinggal jauh dari rata-rata kawasan yang mencapai 107 Mbps. Pada kategori fixed broadband, Singapura tak tertandingi dengan kecepatan mencapai 394,30 Mbps, sekaligus menjadi peringkat pertama dunia.

Thailand dan Vietnam menyusul di posisi berikutnya dengan kecepatan 262,42 Mbps dan 261,80 Mbps, keduanya masuk 10 besar global. Indonesia kembali tertinggal dengan kecepatan 39,88 Mbps, berada di peringkat 116 dunia, bahkan di bawah Kamboja dan Laos.

img_title Internet Versi Hewan Sudah Hadir

Rata-rata kecepatan fixed broadband di kawasan ASEAN mencapai 147 Mbps, atau hampir empat kali lipat dari capaian Indonesia. Perbedaan utama antara internet mobile dan fixed broadband terletak pada sistem jaringan serta fleksibilitas penggunaannya.

Internet mobile memanfaatkan jaringan seluler seperti 4G atau 5G, sehingga dapat diakses di mana saja selama terdapat sinyal. Namun, kecepatan dan kestabilannya sangat bergantung pada kekuatan jaringan di lokasi pengguna.

img_title Teknologi Internet China Menggila

Sementara itu, fixed broadband menggunakan jaringan kabel, terutama fiber optik, yang dipasang di lokasi tetap seperti rumah atau kantor.

Jenis koneksi ini tidak sefleksibel internet mobile dalam hal mobilitas, tetapi menawarkan kecepatan yang lebih tinggi serta koneksi yang lebih stabil, sehingga cocok untuk aktivitas berat seperti streaming, gaming, atau bekerja dari rumah.

Halaman Selanjutnya
img_title