Masa Depan SDM Indonesia di Era AI Dibedah Lewat Buku Ini
- VIVA/Trisya Frida
“Alhamdulillah, dengan kerja yang konsisten karya ini akhirnya terwujud, menghadirkan anyaman optimisme tentang Indonesia di tengah hiruk pikuk distorsi informasi serta keraguan banyak pihak terhadap arah masa depan bangsa. Hadirnya buku ini diharapkan menjadi jendela baru bagi para pembaca, membuka sudut pandang yang lebih jernih sudut yang ditaburi keyakinan bahwa masa depan Indonesia dapat ditapaki dengan harapan dan optimisme,” ujarnya di Jakarta pada Rabu, 10 Desember 2025.
Tidak hanya mengidentifikasi tantangan, buku ini juga mengangkat keunggulan khas bangsa Indonesia seperti kemampuan beradaptasi dari keragaman budaya, kecakapan berkolaborasi lewat semangat gotong royong, hingga kepekaan sosial yang tinggi. Karakter-karakter inilah yang diyakini dapat menjadi pembeda ketika Indonesia melangkah menuju 2045.
Di sisi lain, Direktur IIEF, Diana Kartika, turut menegaskan bahwa buku ini menjadi bentuk kontribusi institusinya dalam memperluas akses pendidikan dan meningkatkan kapasitas masyarakat.
“Kami berharap, berbagai pemikiran yang dituangkan dapat menjadi rujukan bagi pemerintah, institusi pendidikan, sektor industri maupun masyarakat dalam merumuskan strategi pembangunan manusia yang adaptif dan berkelanjutan,” katanya.
Ia juga menambahkan pentingnya sinergi antar generasi dan sektor untuk membangun Indonesia yang inklusif dan kompetitif.
Melalui rangkuman ide-ide besar yang berpijak pada realitas dan harapan, buku ini menghadirkan panduan awal untuk menata ulang arah pembangunan manusia Indonesia, menuju generasi yang lebih siap menghadapi dunia baru di tahun 2045.