Perkuat Talenta Lewat 'Intensive English' Berbasis AI
- Freepik
Program ini dirancang khusus mempersiapkan High Potentials (HiPo) dan calon pemimpin masa depan perusahaan agar memiliki global mindset dan kemampuan bahasa Inggris bisnis yang mumpuni.
"Bahasa Inggris bukan lagi sekadar alat komunikasi, tetapi business impact enabler. Dengan teknologi AI Learning Agent dari ELSA, kami menghadirkan kurikulum yang dipersonalisasi sesuai profil organisasi Asabri. Hal ini memungkinkan para talenta untuk belajar secara fleksibel namun tetap mendapatkan umpan balik yang presisi untuk meningkatkan kepercayaan diri mereka dalam konteks profesional," kata Country Director ELSA Indonesia, Yasser Muhammad Syaiful.
Dampak positif dari program ini pun terlihat nyata dalam waktu singkat. Berdasarkan hasil pilot project, tercatat kenaikan skor bahasa Inggris peserta sebesar 12 persen hanya dalam waktu dua bulan, melonjak dari level Intermediate ke Upper Intermediate.
Tingkat keterlibatan (engagement) peserta juga mencapai angka sempurna 100 persen setiap bulannya, dengan rata-rata durasi belajar mandiri selama 25 menit per hari—melampaui tolok ukur best practice industri yang biasanya berkisar 10-15 menit.
Director of HR and Legal Asabri, Rizka Moeslichan, mengapresiasi antusiasme dan hasil yang dicapai para pegawainya. Menurutnya, penguasaan bahasa Inggris yang relevan dengan tuntutan kerja bukan lagi sebuah opsi, tetapi kebutuhan.
Program ini membantu para pemimpin kami berkomunikasi dengan lebih percaya diri dan efektif, sekaligus memperkuat kesiapan mereka untuk menghadapi peran yang lebih besar.
"Ke depannya, inisiatif ini diharapkan dapat diperluas untuk mencakup jajaran manajerial yang lebih luas, memastikan kesiapan Asabri dalam menghadapi dinamika global tahun 2030," jelasnya.