Ketika Imlek bertemu Fesyen, Sarat Makna dan Penuh Filosofi
- Dok. VIVA
Digital, VIVA - Penyebutan nama Imlek untuk Tahun Baru China hanya ada di Indonesia.
Imlek berasal dari bahasa Mandarin dialek Hokkian. Penyebutan istilah ini digunakan oleh masyarakat perantau etnis China di Nusantara, khususnya pada masa lampau.
Di luar negeri, Tahun Baru China disebut 'Chinese New Year' atau 'Lunar New Year' atau 'Spring Festival'. Sedangkan di China disebut 'Chunjie'.
Mengutip dari Portal Informasi Indonesia (Indonesia.go.id), kata Imlek terdiri dari dua suku kata, yaitu Im yang artinya 'bulan' dan Lek yang artinya 'kalender' atau 'penanggalan'.
Dengan begitu, kata 'Imlek' diartikan sebagai 'kalender bulan'. Dalam dialek Hokkien, kata 'Imlek' disebut juga dengan 'Yinli' yang artinya 'kalender bulan'.
Sementara dalam bahasa Mandarin, kalender bulan disebut 'Nongli' dan tahun baru disebut 'Chunjie' yang artinya 'Festival Musim Semi'.
Penggunaan istilah 'Chunjie' yang artinya festival musim semi ini dianggap kurang pas dengan kondisi di Indonesia, sehingga istilah 'Imlek' dianggap lebih umum dan mudah diterima, juga sudah menjadi bagian dari interaksi sehari-hari sejak lama.