Riset Cisco: AI bisa jadi Bumerang
- Dok. Cisco
Sebaliknya, tanda-tanda awal tumpukan utang infrastruktur mulai terlihat masif di Indonesia.
Banyak organisasi mengimplementasikan agen kecerdasan buatan (AI agent) jauh lebih cepat daripada kemampuan mereka untuk mengamankan dan mengelola infrastruktur pendukungnya.
Menurut riset AI Readiness Index, perusahaan yang unggul dalam penerapan AI memiliki kesamaan mendasar yaitu, mereka membuat pilihan-pilihan arsitektur strategis yang tidak dilakukan oleh kompetitor.
Sebagai contohnya dalam aspek daya, lebih dari setengah perusahaan di Indonesia memperkirakan beban kerja AI akan meningkat di atas 50 persen dalam 3 hingga 5 tahun ke depan.
Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa 43 persen perusahaan masih kekurangan infrastruktur daya yang memadai untuk menopang pertumbuhan tersebut.
Kesenjangan infrastruktur juga terlihat dari sisi jaringan. Hanya 29 persen perusahaan di Indonesia yang menilai jaringan mereka sudah optimal untuk mendukung beban kerja AI.
Angka ini tertinggal jauh dibandingkan kelompok Pacesetters yang mencapai level kesiapan jaringan sebesar 81 persen.