Mengenal DCA: Cara Investor Aset Kripto Menekan Risiko Salah Timing

Ilustrasi aset kripto
Sumber :
  • freepik

Contohnya, jika Bitcoin berada di harga US$50.000 dan investor langsung membeli dengan sistem lump sum sebesar US$50.000, maka ia memperoleh 1 BTC dengan cost basis US$50.000.

img_title Dana Aman, Pengguna Tenang

Namun, jika dana yang sama dibagi menjadi lima kali pembelian DCA pada harga berbeda—misalnya US$50.000, US$45.000, hingga US$25.000—rata-rata harga beli bisa turun menjadi sekitar US$40.000 per BTC, dengan total kepemilikan mencapai 1,4 BTC.

Dalam jangka panjang, strategi ini membantu meningkatkan efisiensi modal.

img_title Investor Aset Kripto Pemula Jangan Sampai Tidak Tahu Ini

Meski demikian, DCA tetap memiliki risiko. Strategi ini tidak sepenuhnya melindungi investor dari pasar bearish berkepanjangan, di mana nilai portofolio bisa terus menurun.

Selain itu, terdapat risiko opportunity cost, karena investor bisa kehilangan potensi keuntungan besar jika harga melonjak tajam di awal periode investasi.

img_title Syarat Utama Terjun ke Dunia Aset Kripto

Oleh karena itu, diversifikasi aset dan manajemen risiko tetap diperlukan. Jika dibandingkan investasi lump sum, DCA lebih cocok bagi investor dengan modal terbatas dan profil risiko moderat.

Lump sum berpotensi memberikan keuntungan lebih besar jika timing tepat, namun risikonya juga jauh lebih tinggi, terutama di pasar kripto yang sangat fluktuatif.

Halaman Selanjutnya
img_title