Teknologi ARFINA Bergerak, Karhutla Siap Dicegah
- AI Time Journal
Digital, VIVA - Mengantisipasi eskalasi ancaman bencana tahunan, khususnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di awal tahun ini, PT Perkebunan Nusantara atau PTPN IV PalmCo memperkuat strategi mitigasi nasional.
Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K Santosa, menegaskan bahwa strategi perusahaan dalam menghadapi potensi bencana kini bertumpu pada pencegahan agresif (aggressive prevention) dan digitalisasi pemantauan.
“Kami ingin memastikan bahwa karhutla bisa dicegah sebelum meluas. Dengan pemantauan berbasis teknologi dan kesiapsiagaan tim di lapangan, kami berharap tidak ada lagi kejadian besar yang merugikan masyarakat maupun lingkungan,” ujarnya.
Dalam skema mitigasi nasional ini, Jatmiko mengungkapkan bahwa perusahaan telah mengaktifkan sistem pemantauan digital terintegrasi, yang disebutnya sebagai Artificial Intelligence Fire Monitoring Integrated Ground Checking Nusantara (ARFINA).
Teknologi ini memungkinkan deteksi titik panas (hotspot) secara real-time dan presisi.
PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo.
- Dok. PalmCo
“Sistem monitoring digital seperti ARFINA tersebut terus kami optimalkan untuk mendeteksi dini titik-titik panas di wilayah kerja perusahaan. Kami meyakini investasi pada sistem pencegahan lebih efektif daripada hanya mengandalkan penanganan ketika api sudah membesar,” jelas dia.
Selain teknologi, kesiapan infrastruktur fisik turut diperkuat. Jatmiko memastikan ketersediaan embung dan kolam penampungan air di berbagai titik vital sebagai cadangan logistik pemadaman darurat.
“Dengan sistem dan sumber daya yang kami miliki, kami ingin menunjukkan bahwa PTPN IV PalmCo bisa menjadi pelopor dalam perlindungan lingkungan,” tutur Jatmiko.
Bukan itu saja, antisipasi karhutla juga dilakukan melalui kolaborasi lintas sektoral dengan menggandeng TNI/Polri dalam serangkaian latihan terpadu dan simulasi tanggap darurat di seluruh unit kerja.
Melalui perpaduan teknologi mutakhir dari PTPN IV PalmCo dan komando terstruktur dari TNI/Polri, diharapkan potensi bencana di tahun ini dapat ditekan seminimal mungkin, menjaga keberlanjutan lingkungan sekaligus keamanan nasional.