Genjot Inovasi Produk dan Teknologi Digital
- Dok. BRI Life
Digital, VIVA - Pertumbuhan bisnis BRI Life meningkat signifikan, di mana profit meningkat 25,4 persen dari Rp760,4 miliar di 2024 menjadi Rp954 miliar pada 2025.
Pencapaian Annualized Premium Equivalent (APE) ikut tumbuh 1,4 persen pada tahun lalu sebesar Rp3,32 triliun jika dibandingkan di 2024 yang senilai Rp3,28 triliun.
Adapun Risk Based Capital (RBC) pada 2025 tercatat 742 persen, yang menunjukkan posisi keuangan BRI Life yang sehat dan menjamin kemampuan perseroan dalam mengukur kecukupan modal terhadap risiko.
Menurut Direktur BRI Life Sutadi pertumbuhan bisnis tahun lalu ditopang oleh strategi yang tepat dalam melakukan penetrasi pada segmen nasabah, serta produk yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing segmen, disamping pemanfaatan teknologi digital yang mempermudah proses bisnis dan mitigasi risiko.
Lantas, bagaimana rencana perseroan tahun ini?
Sutadi mengaku akan fokus pada peningkatan kebutuhan perlindungan asuransi jiwa yang berkualitas sesuai segmen, pengembangan produk asuransi baru yang sesuai serta meningkatkan kualitas produk eksisting untuk segmen prioritas atau ritel dan mikro.
"Kami akan terus melakukan langkah strategis guna mencapai pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Mulai dari inovasi produk, pemutakhiran teknologi digital, serta penguatan kemampuan dan edukasi ke karyawan dan dan tenaga penjual," ungkapnya.