Tren Phishing dan Spam 2025 Dibongkar
- Pixabay
Digital, VIVA - Menurut telemetri Kaspersky, sebanyak 45 persen email dari lalu lintas global adalah mengandung spam pada 2025.
Spam tidak hanya terdiri dari email yang tidak diminta, tetapi juga dapat mencakup berbagai ancaman email seperti penipuan, phishing, dan malware.
Di tahun lalu, individu dan pengguna korporat menghadapi lebih dari 144 juta lampiran email berbahaya sekaligus menunjukkan peningkatan 15 persen dibandingkan dengan angka tahun sebelumnya.
Pada 2025, Asia Pasifik memiliki pangsa terbesar dalam deteksi antivirus email: mencapai 30 persen, diikuti oleh Uni Eropa dengan 21 persen.
Selanjutnya, adalah Amerika Latin (16) dan Timur Tengah (15), Rusia dan CIS (12), dan Afrika (6 persen).
Sedangkan, untuk masing-masing negara, China memiliki tingkat lampiran email berbahaya tertinggi, dengan pangsa deteksi antivirus email sebesar 14 persen.
Rusia berada di peringkat kedua (11), diikuti oleh Meksiko dan Spanyol (sama-sama 8 persen), dan Turki (5).