Paspor atau Kartu Identitas Dijual seharga Rp252 Ribu

Gmail/email
Sumber :
  • Pixabay

Digital, VIVA - Kaspersky menganalisa kampanye phishing dan penipuan yang diamati dari Januari hingga September 2025 dan menemukan bahwa 88,5 persen serangan bertujuan untuk mendapatkan kredensial berbagai akun online.

img_title Tren Phishing dan Spam 2025 Dibongkar

Sebanyak 9,5 persen lainnya menargetkan data pribadi seperti nama, alamat, dan tanggal lahir, sementara 2 persen fokus pada detail kartu perbankan.

Riset Kaspersky menunjukkan bahwa sebagian besar halaman phishing mengirimkan informasi curian melalui email, bot Telegram, atau panel yang dikendalikan penyerang, sebelum masuk ke saluran penjualan Kembali secara ilegal.

img_title 1 Miliar Data Salesforce Digondol Hacker

Data yang dicuri melalui phishing jarang hanya digunakan sekali: kredensial dari berbagai kampanye dikonsolidasikan menjadi kumpulan data dan dijual di pasar dark web, dalam beberapa kasus dipatok harga terendah US$50.

Pembeli menyortir dan memverifikasi data untuk memeriksa apakah akun tetap aktif dan dapat digunakan kembali di berbagai layanan.

img_title Peluncuran iPhone 17 Series Picu Kampanye Penipuan di Seluruh Dunia

Menurut Kaspersky Digital Footprint Intelligence, harga rata-rata di 2025 berkisar dari US$0,90 untuk portal internet global hingga US$105 untuk platform aset kripto dan US$350 untuk akses perbankan online.

Dokumen pribadi seperti paspor atau kartu identitas dijual dengan harga rata-rata Rp252 ribu (US$15), tergantung oleh usia akun, saldo, metode pembayaran yang terhubung, dan pengaturan keamanan. Untuk mengurangi risiko yang terkait dengan phishing, pengguna harus mengikuti beberapa rekomendasi keamanan:

Halaman Selanjutnya
img_title