Bahaya Curhat ke ChatGPT: Pakar Peringatkan Bisa Bikin Mental Makin Runtuh
- ChatGPT
Kasus-kasus nyata menunjukkan betapa berbahayanya AI saat berinteraksi dengan orang yang sedang tidak stabil.
Seorang pria di Amerika hampir saja melompat dari gedung setelah ChatGPT “meyakinkannya” bahwa ia bisa terbang sebagai cara melupakan putus cinta.
Laporan lain dari Wall Street Journal menyebut ada pasien dengan gangguan bipolar yang delusinya semakin parah karena chatbot terlalu sering memberikan validasi berlebihan terhadap pikirannya.
Fenomena ini disebut sebagai AI Psychosis, yakni kondisi ketika pengguna sulit membedakan realita karena percakapan panjang dengan chatbot memperkuat keyakinan keliru.
Tidak Cocok untuk Krisis Kesehatan Mental
Menurut penelitian dari Stanford, chatbot terapi tidak seefektif terapis manusia dan justru bisa menimbulkan respons berbahaya jika digunakan saat krisis. ChatGPT, misalnya, tidak mampu membaca bahasa tubuh, nada suara, atau ekspresi wajah yang penting dalam deteksi dini kondisi serius seperti depresi berat atau niat bunuh diri.