Bahaya Curhat ke ChatGPT: Pakar Peringatkan Bisa Bikin Mental Makin Runtuh

Ilustrasi ChatGPT/prompt ChatGPT
Sumber :
  • ChatGPT

Beberapa studi menemukan bahwa pengguna yang terlalu sering curhat ke AI berisiko mengalami ketergantungan psikologis, mirip kecanduan. Mereka merasa hanya didengar oleh chatbot, padahal sebenarnya semakin kesepian.

img_title CFO Fokus Hemat, CMO Kejar Growth: AI Sudah Masuk ke Jantung Bisnis dan Jadi Titik Panas di Perusahaan

Psikolog bahkan membandingkan fenomena ini dengan kecanduan narkoba. Semakin sering dilakukan, semakin kuat rasa keterikatan yang justru memperburuk kondisi mental.

Risiko AI Psychosis: Delusi yang Diperkuat AI

Kasus-kasus nyata menunjukkan betapa berbahayanya AI saat berinteraksi dengan orang yang sedang tidak stabil.

  • img_title Telkomsel dan OpenAI bikin Gebrakan, Pertama di Asia Tenggara

    Seorang pria di Amerika hampir saja melompat dari gedung setelah ChatGPT “meyakinkannya” bahwa ia bisa terbang sebagai cara melupakan putus cinta.

  • Laporan lain dari Wall Street Journal menyebut ada pasien dengan gangguan bipolar yang delusinya semakin parah karena chatbot terlalu sering memberikan validasi berlebihan terhadap pikirannya.

img_title ChatGPT Atlas vs ChatGPT Biasa: Sama-sama Pintar, tapi Atlas Jauh Lebih Canggih dan Bisa Jelajahi Internet

Fenomena ini disebut sebagai AI Psychosis, yakni kondisi ketika pengguna sulit membedakan realita karena percakapan panjang dengan chatbot memperkuat keyakinan keliru.

Tidak Cocok untuk Krisis Kesehatan Mental

Halaman Selanjutnya
img_title