Mau Jadi Raja Data Center di ASEAN, Indonesia Siapkan ‘Senjata Ciamik’ Ini
- VIVA/Lazuardhi Utama
Pada kesempatan yang sama, Associate Director - Head of Industrial Services Leads Property Esti Susanti menyampaikan lonjakan kebutuhan hyperscale data center, komputasi awan (cloud), dan kecerdasan buatan (AI) membuat peta industri pusat data di Indonesia berubah dengan cepat.
Menurutnya, perubahan tersebut mendorong Indonesia bertransformasi menjadi hub digital penting di Asia Tenggara. “Kami turut mengiringi perkembangan tersebut dengan membantu menghubungkan kebutuhan investor dengan lahan yang tepat," tuturnya.
Sedangkan, Ketua Umum Indonesia Data Center Provider Organization (IDPRO) Hendra Suryakusuma menekankan pentingnya pemerataan pembangunan data center, khususnya di kawasan Indonesia Timur yang dinilai masih kekurangan infrastruktur.
“Indonesia Timur memerlukan infrastruktur yang lebih memadai, antara lain pembenahan kabel fiber optik agar lebih baik untuk internet guna menunjang operasional data center,” papar dia.
Kehadiran pusat data semakin krusial di era transformasi digital yang ditandai dengan perkembangan AI, perangkat pintar, media sosial, internet of things (IoT), e-commerce, hingga kota pintar (smart city).
Chief Cloud Officer Lintasarta Gidion Suranta Barus menambahkan jika perusahaannya menghadirkan AI Factory dengan GPU Merdeka dan Cloudeka untuk mendukung kebutuhan infrastruktur sovereign AI yang dapat diakses startup, korporasi, maupun lembaga riset dalam negeri. “Kami berkomitmen memperluas footprint backbone connectivity ke wilayah strategis lain agar pertumbuhan lebih merata,” ujarnya.