Gawat! Trafik Media Turun Drastis, Rolling Stone hingga Billboard Gugat Google Gegara Ringkasan AI
- Freepik
Jakarta, VIVA Digital – Sejak diluncurkan pada Mei 2024, fitur Ringkasan AI Google terus menuai penolakan keras dari industri penerbitan. Banyak organisasi media menilai layanan ini tidak hanya mengurangi jumlah kunjungan ke situs mereka, tetapi juga berdampak signifikan pada pendapatan iklan.
Kini, gelombang protes itu berujung pada langkah hukum. Penske Media Corporation (PMC) induk dari Rolling Stone, Billboard, Variety, hingga The Hollywood Reporter, resmi menggugat Google ke pengadilan federal di Washington, DC Jumat, 12 September 2025.
Tuduhan Monopoli dan Penyalahgunaan Konten
Dilansir VIVA dari PCmag, dalam gugatannya, PMC menuduh Google menyalahgunakan dominasinya di ranah mesin pencarian. Mereka menilai Google memaksa penerbit online untuk "menyumbangkan" konten yang kemudian dipakai ulang tanpa izin dalam jawaban otomatis yang dihasilkan AI.
Menurut PMC, praktik tersebut tidak hanya merugikan media dari sisi pendapatan, tetapi juga melanggar undang-undang antimonopoli AS. Mereka menilai Google berupaya merebut perhatian pengguna internet dengan menampilkan jawaban instan, sehingga pembaca tidak lagi terdorong untuk mengunjungi situs asal berita.
Dampak Nyata pada Trafik dan Pendapatan
Pengacara PMC menegaskan, langkah Google bisa membuat internet semakin tertutup dalam "taman digital" milik perusahaan. Pengguna akan menerima jawaban sintetis yang belum tentu akurat, tanpa perlu keluar dari halaman Google.