Riset Cisco: AI bisa jadi Bumerang
- Dok. Cisco
Digital, VIVA - Riset AI Readiness Index dari Cisco menyoroti 40 persen perusahaan di Indonesia berisiko kehilangan nilai akibat munculnya ancaman “AI infrastructure debt” (utang infrastruktur kecerdasan buatan).
Risiko ini muncul akibat ketidakselarasan antara adopsi teknologi yang cepat dengan kesiapan infrastruktur pendukungnya.
Managing Director Cisco Indonesia Cin Cin Go menyebut keputusan infrastruktur yang diambil perusahaan saat ini akan menjadi penentu utama pencapaian bisnis di masa depan.
Ia menilai, perusahaan perlu menghindari penumpukan utang infrastruktur kecerdasan buatan yang dapat menghambat inovasi.
"Pilihan infrastruktur sekarang menentukan masa depan. Para pemimpin AI merancang arsitekturnya dengan beda-beda. Mereka membangun pondasi yang berorientasi pada jaringan, memprioritaskan infrastruktur daya, melakukan optimalisasi secara berkelanjutan, serta mengintegrasikan keamanan sejak awal,” ujarnya, Jumat, 30 Januari 2026.
Laporan AI Readiness Index 2025 menyoroti adanya kelompok elit yang disebut AI Pacesetters, yang mencakup 13 pesen perusahaan global.
Kelompok ini dinilai berhasil mengimplementasikan AI pada skala yang tepat untuk mencapai tingkat pengembalian investasi (return on investment/ROI) karena melakukan investasi infrastruktur lebih awal.