Kilau Nikel dari Surga Tersembunyi Indonesia
- ANTARA
Ilustrasi nikel.
- Wyloo
Kawasan Raja Ampat dikenal sebagai surga terakhir dunia. Keindahan gugusan karst, utamanya di Piaynemo, memiliki daya pikat dengan atmosfer magisnya tersendiri.
Terbentang jauh dari Piaynemo mengakibatkan Pulau Gag jarang menjadi tujuan wisata para pelancong. Lebih lagi, Pulau Gag tidak termasuk di dalam kawasan Geopark Raja Ampat. Meskipun demikian, Pulau Gag memiliki daya pikatnya tersendiri, dan apalagi bila bukan kilau nikel yang terkandung di perut Bumi.
Pengaruh aktivitas tektonik Sesar Sorong menyebabkan pulau mungil ini kaya akan sumber daya nikel. Berdasarkan Laporan Tahunan 2024 PT Aneka Tambang Tbk (Antam), Pulau Gag tercatat memiliki sumber daya nikel sebesar 319,78 juta wet metric ton (wmt), yang terdiri atas 152,75 juta wmt limonite dan 167,03 wmt saprolite.
Konsesi kawasan tersebut dipegang oleh PT Gag Nikel, anak perusahaan Antam. Ketaatan terhadap tata kelola lingkungan dan pemberdayaan masyarakat membuat sektor pertambangan menjadi bagian tak terpisahkan dari pembangunan nasional, utamanya untuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Sembari mengelola kekayaan alam di pulau tersebut, Gag Nikel tetap menjaga keharmonisan dengan warga di sekitar area tambang. Buah dari hasil tambang tidak lupa dibagikan kepada masyarakat sekitar dalam wujud beragam jenis bantuan, baik yang menyasar perekonomian, pendidikan, hingga memulihkan alam pascatambang.
Berdasarkan catatan Gag Nikel, per Desember 2024, seluas 131,42 hektare lahan pascatambang sudah direklamasi dan ditanami dengan lebih dari 350 ribu tanaman, seperti pohon kasuari, ketapang, bintangor, sengon, jati, mangga, dan lain-lain. Dari jumlah tersebut, sekitar 70 ribu tanaman merupakan tanaman endemik dan pepohonan lokal.