Gercep Bentuk 'Dewan Super Cerdas'
- Dok. BRI Life
Ketiga, terkait Regulasi dan Kepatuhan, di mana adanya kewajiban dari regulator (OJK, Kementerian Kesehatan) agar perusahaan asuransi memiliki standar medis yang kuat, kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan.
Keempat atau terakhir, dengan keberadaan Medical Advisory Board di BRI Life akan meningkatkan kepercayaan nasabah dan memperkuat kredibilitas perusahaan dalam memberikan layanan kesehatan yang transparan dan akurat.
Hal lain yang turut melatarbelakangi terbentuknya Medical Advisory Board di BRI Life ini adalah aspek klaim dan manfaat yang dicatatkan oleh BRI Life, khususnya pada dua tahun terakhir.
Pembayaran klaim dan manfaat BRI Life di 2024 sebesar Rp6 triliun, tumbuh 8,4 persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya yang mencapai Rp5,6 triliun. Atas pembayaran klaim dan manfaat tersebut menunjukkan BRI Life terus berkomitmen dalam memenuhi kewajibannya kepada nasabah.
Berdasarkan kondisi tersebut, BRI Life melakukan langkah preventif bersama tim Medical Advisory Board dalam memberikan nasehat medis, mendukung pelaksanaan telaah utilisasi (utilization review), dan memberikan masukan terhadap kualitas layanan kesehatan yang diberikan oleh fasilitas kesehatan nasabah.
"Dalam mendukung rancangan Medical Advisory Board, kami telah didukung sistem teknologi informasi (TI) yang handal dan mumpuni, yang dilengkapi dengan kemampuan untuk mendeteksi potensi fraud yang kemungkinan terjadi, sekaligus memastikan layanan berjalan dengan prinsip kendali mutu yang optimal," tegasnya.