Di Balik Gadget dan EV, Permintaan Timah Global Melonjak Tajam
- Antara
VIVA Digital – Permintaan timah global diproyeksikan terus meningkat pada 2026, didorong oleh pesatnya perkembangan industri teknologi seperti perangkat elektronik dan kendaraan listrik (electric vehicle/EV).
Di balik berbagai inovasi digital yang semakin canggih, timah justru menjadi salah satu material kunci yang menopang keberlangsungan produksi teknologi modern.
Logam ini memiliki peran vital, terutama dalam proses penyolderan komponen elektronik. Hampir seluruh perangkat digital, mulai dari smartphone, komputer, hingga perangkat berbasis Internet of Things (IoT), mengandalkan timah sebagai bahan utama dalam penyambungan sirkuit.
Founder Reforminer Institute, Pri Agung Rakhmanto, menegaskan bahwa posisi timah dalam industri teknologi tidak bisa dipandang sebelah mata.
“Timah adalah salah satu mineral strategis karena penggunaannya sangat luas, terutama pada industri elektronik melalui bahan solder yang menjadi komponen penting dalam hampir semua perangkat elektronik modern,” ujar Pri Agung dalam keterangan tertulis, Selasa, 17 Maret 2026.
Lebih dari separuh konsumsi timah global saat ini memang berasal dari sektor solder untuk industri elektronik. Seiring meningkatnya produksi perangkat digital di seluruh dunia, kebutuhan terhadap logam ini pun ikut terdongkrak secara signifikan.
Selain elektronik, tren kendaraan listrik juga menjadi faktor pendorong utama. EV membutuhkan sistem elektronik yang jauh lebih kompleks dibandingkan kendaraan konvensional, sehingga memperbesar kebutuhan terhadap material pendukung seperti timah dalam proses manufaktur.