Menuju Net Zero 2060, Indonesia Perkuat Fondasi Teknologi Energi Masa Depan

Net Zero
Sumber :
  • Dok. Aprobi

VIVA Digital – Pemerintah Indonesia memperkuat fondasi teknologi energi masa depan sebagai bagian dari percepatan transisi energi nasional menuju target net zero emission 2060, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 40 Tahun 2025 tentang Kebijakan Energi Nasional (KEN). 

img_title Pengembangan Teknologi Baterai Kendaraan Listrik Jadi Fondasi Baru Energi Nasional

Langkah tersebut menempatkan kesiapan rantai pasok teknologi energi bersih sebagai elemen penting dalam mendukung pengembangan energi surya hingga pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN).

Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional (DEN), Satya Yudha, menegaskan bahwa peningkatan penggunaan energi bersih di masa depan tidak dapat dilepaskan dari kesiapan komponen teknologi pendukung yang menjadi bagian utama sistem energi modern.

img_title Target 120 GW Pembangkit Energi Hijau Mulai Dikebut

“Kalau kita melihat peta transisi energi dalam PP KEN, energi surya akan mempunyai porsi sangat besar, PLTN juga signifikan pada 2060. Dengan begitu, mineral-mineral untuk baterai dan komponen pendukungnya ada di sektor Minerba. Itu mendukung langsung transisi energi,” ujar Satya dalam keterangan tertulis, dikutip Senin 2 Maret 2026.

Menurutnya, transisi energi nasional kini tidak lagi hanya berbicara mengenai perubahan sumber pembangkit listrik, tetapi juga pembangunan ekosistem teknologi energi secara menyeluruh. Pengembangan sistem penyimpanan energi, baterai, hingga infrastruktur kelistrikan menjadi faktor penentu keberhasilan transformasi energi jangka panjang.

img_title Logitech Resmi Tunjuk Sinem Pimpin Asia Tenggara, Siapa Dia?

Satya menjelaskan, kebutuhan teknologi energi bersih akan meningkat seiring ekspansi pembangkit energi surya serta rencana pengembangan PLTN dalam skenario energi nasional hingga 2060. Hal tersebut secara otomatis mendorong peningkatan kebutuhan komponen strategis untuk mendukung operasional sistem energi modern.

“Agenda kita adalah agenda transisi. Kalau energi surya porsinya besar, kalau PLTN masuk signifikan, maka kebutuhan mineral untuk baterai, kabel, komponen listrik, itu otomatis meningkat. Artinya sektor Minerba berada di jantung ekosistem transisi,” katanya.

Halaman Selanjutnya
img_title