'35 Pasukan' Digandeng untuk Menangkal Ancaman Digital yang Makin Gila
- VIVA/Fajar Ramadhan
Ia menjelaskan, program kolaborasi yang akan dijalankan mencakup edukasi kepada masyarakat hingga pelatihan talenta digital, termasuk yang berkaitan dengan pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
"Namun dasarnya adalah masyarakat secara umum harus memiliki ketahanan terkait dengan mana yang baik dan yang tidak melalui literasi digital," ujarnya.
Untuk menghadapi tantangan digital yang semakin kompleks, Bonifasius menegaskan bahwa pembangunan talenta digital harus dilakukan secara komprehensif agar masyarakat mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan AI yang semakin masif.
"Oleh karena itu literasi digital diperlukan, karena di dalamnya, kita harus cakap digital, aman digital, berbudaya digital, bahkan etika digital. Untuk itu kita bersama-sama melakukannya dengan seluruh organisasi, korporasi juga dan pemerintah daerah," jelas dia.