'35 Pasukan' Digandeng untuk Menangkal Ancaman Digital yang Makin Gila

Menkomdigi Meutya Hafid
Sumber :
  • VIVA/Fajar Ramadhan

Digital, VIVA - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menggandeng 35 mitra strategis seperti instansi pemerintah, perusahaan, hingga organisasi untuk memperkuat literasi digital dan pengembangan talenta digital di seluruh Indonesia.

img_title Bos Besar Samsung Electronics Bongkar Fakta Mengejutkan untuk Pengguna di Asia Tenggara

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan kolaborasi ini penting mengingat tantangan untuk menjangkau 220 juta pengguna internet di Indonesia tidak dapat dihadapi pemerintah sendirian.

"Kita harus memiliki mitra-mitra strategis yang memiliki konstituen, teman-teman, massa dan paguyuban yang bisa menjadi perpanjang tangan kami untuk melakukan literasi digital," katanya, Sabtu, 22 November 2025.

img_title AI Bisa Bantu Pedagang Kaki Lima Naik Kelas

Meutya Hafid mengatakan berbagai isu keamanan di ruang digital, terutama yang menyangkut anak dan perempuan, masih menjadi perhatian publik. Oleh karena itu, perlindungan anak dan perempuan harus menjadi prioritas.

Selain itu, pengembangan talenta digital juga penting seiring dengan upaya pembangunan infrastruktur teknologi.

img_title Mencari Relasi hingga Jodoh Lewat AI dan Astrologi

"PR kita bersama bukan hanya membantu infrastruktur teknologinya, tapi infrastruktur manusia. Talenta digital ini bagian dari infrastruktur utama," ujar Menkomdigi.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kemkomdigi Bonifasius Wahyu Pudjianto menyebut bahwa penandatangan nota kesepahaman dengan 35 mitra strategis menjadi tahap awal dari program-program literasi digital yang akan dijalankan.

Ia menjelaskan, program kolaborasi yang akan dijalankan mencakup edukasi kepada masyarakat hingga pelatihan talenta digital, termasuk yang berkaitan dengan pengembangan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

"Namun dasarnya adalah masyarakat secara umum harus memiliki ketahanan terkait dengan mana yang baik dan yang tidak melalui literasi digital," ujarnya.

Untuk menghadapi tantangan digital yang semakin kompleks, Bonifasius menegaskan bahwa pembangunan talenta digital harus dilakukan secara komprehensif agar masyarakat mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk pemanfaatan AI yang semakin masif.

"Oleh karena itu literasi digital diperlukan, karena di dalamnya, kita harus cakap digital, aman digital, berbudaya digital, bahkan etika digital. Untuk itu kita bersama-sama melakukannya dengan seluruh organisasi, korporasi juga dan pemerintah daerah," jelas dia.