Hilirisasi Butuh Teknologi dan SDM Unggul, Ini Pesan Airlangga
- The Japan Times
Digital – Pemerintah menegaskan bahwa upaya mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia tidak bisa bergantung pada satu kebijakan atau satu institusi semata. Di tengah target pertumbuhan ekonomi hingga 8 persen, penguatan industri nasional, yang ditopang oleh hilirisasi, teknologi, dan kualitas sumber daya manusia, menjadi fondasi utama agar pertumbuhan berjalan inklusif dan berkelanjutan.
Pesan tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam peluncuran dan bedah buku Indonesia Naik Kelas karya Wakil Direktur Utama MIND ID, Danny Amrul Ichdan. Acara ini menghadirkan diskusi lintas sektor yang melibatkan pemerintah, pelaku industri, hingga akademisi.
“Dalam perjalanan Indonesia menuju pertumbuhan ekonomi sebesar 8% yang berinklusif dan berkelanjutan, tidak ada satu lembaga atau kebijakan yang berjalan sendiri atau bekerja sendirian,” ujar Airlangga dalam sambutannya, Jumat (12/12/2025).
Hilirisasi Tak Lepas dari Teknologi Industri
Dalam pandangan Airlangga, hilirisasi yang selama ini menjadi agenda utama pemerintah bukan sekadar proses mengolah sumber daya alam menjadi produk bernilai tambah. Lebih dari itu, hilirisasi merupakan langkah bertahap untuk mendorong Indonesia naik posisi dalam rantai nilai global, sesuai dengan kapabilitas industrinya
“Hilirisasi yang sudah menjadi kebijakan pemerintah dicatat sebagai salah satu peluncur agar Indonesia bisa naik kelas bertahap sesuai dengan kapabilitas industri,” kata Airlangga.
Dalam konteks industri modern, hilirisasi menuntut dukungan teknologi, sistem produksi yang efisien, serta integrasi rantai pasok. Tanpa penguatan aspek ini, hilirisasi berisiko berhenti pada pembangunan fisik semata, tanpa peningkatan daya saing jangka panjang.