Saat Transformasi Kebijakan Industri Berimbas ke Serapan Tenaga Kerja
- Antara
“Meskipun penerimaan cukai meningkat, produksi fisik rokok turun, menimbulkan dampak signifikan terhadap lapangan kerja di sektor padat karya seperti pelintingan dan pengemasan,” paparnya.
Tekanan juga diperparah oleh wacana kebijakan penyeragaman kemasan rokok atau plain packaging, yang dinilai berpotensi menekan industri dan memperbesar risiko pemutusan hubungan kerja (PHK). Data Forum Pekerja IHT mencatat estimasi PHK di sektor mesin sepanjang Januari hingga Oktober 2025 dapat mencapai 20.000 hingga 30.000 pekerja.
Dampak kebijakan tersebut tidak hanya dirasakan pabrikan besar, tetapi juga menjalar ke Industri Kecil dan Menengah (IKM), sektor ritel, hingga pedagang mikro. Penurunan jumlah tenaga kerja tercatat signifikan, dari 323.380 orang pada 2017 menjadi 246.587 orang pada 2021.
Kemenaker menilai, situasi ini perlu disikapi melalui koordinasi lintas sektor dan komunikasi aktif antara pemerintah, pengusaha, serta serikat pekerja. Pendekatan kebijakan yang lebih proporsional dinilai penting agar transformasi industri tidak menimbulkan dampak sosial ekonomi yang lebih luas, terutama bagi jutaan pekerja yang bergantung pada sektor padat karya.