Dari Gula Merah ke Gula Semut, Potensi Cuan Melejit

Gula Semut.
Sumber :
  • Gula Aren

Digital, VIVA — Dua puluh lima petani kelapa Desa Bulok, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan, mengikuti pelatihan pembuatan gula semut yang difasilitasi PT Perkebunan Nusantara atau PTPN I Regional 7.

img_title Kelapa Jadi Pilar Ketahanan Pangan

Pelatihan yang menggandeng PT Kulaku Indonesia Sejahtera, perusahaan pemberdayaan masyarakat yang fokus kepada produk berbasis kepada komoditas kelapa, ini bukan sekadar aspek teknis membuat gula semut.

Para petani juga diberi wawasan tentang bisnis dan industri kelapa yang tidak hanya menjadi gula. Ada puluhan produk bernilai tambah tinggi dari bahan baku yang melimpah di kawasan pesisir Lampung Selatan.

img_title Tak Hanya Fokus Transformasi Internal, tapi juga Bangun 'Trust' Publik

“Kami menggandeng ahlinya untuk memberi nilai tambah kepada petani kelapa yang melimpah di wilayah pesisir Lampung Selatan, terutama di Desa Bulok. Sebab, selama ini mereka hanya memproduksi gula merah saja. Maka, kami ingin mereka lebih sejahtera dengan aneka produk turunan dari gula,” kata Region Head PTPN I Regional 7 Tuhu Bangun.

Kawasan Pesisir Kalianda adalah produsen kelapa yang sangat besar, tetapi kurang wawasan hilirisasi. Dalam konteks program hilirisasi yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto, PTPN I memberi nilai tambah kepada petani untuk ekonomi berkelanjutan.

img_title 14 Ribu Hektare Lahan Direstorasi

"Kami tidak hanya memberikan teori, tetapi juga menyerahkan bantuan peralatan agar fondasi usaha mandiri ini benar-benar terbangun kuat," tegasnya. Selama ini, potensi melimpah warisan turun termurun ini relatif tanpa sentuhan inovasi produk. Hal itu membuat ekonomi petani setempat relatif stagnan.

Dengan pelatihan gula semut dan wawasan prospek produk lain seperti VCO, santan instan, tepung kelapa, dan produk turunan lainnya, diharapkan masyarakat semakin sejahtera dan bernilai tambah.

Sementara itu, Kepala Eksekutif Kulaku, Mustofa, mengatakan kalau inovasi adalah kunci untuk meningkatkan pendapatan. Selama ini, kelapa sering kali hanya dijual dalam bentuk mentah.

Padahal, lanjut dia, potensi gula semut sangat luar biasa dan permintaannya terus meningkat. "Kami memperkenalkan cara budidaya dan pengolahan nira yang lebih intensif dan higienis," jelas Mustofa.