Starlink vs Fiber Optik dan BTS: Mana yang Lebih Unggul untuk Internet di Indonesia?

Starlink
Sumber :

Digital, VIVA – Kehadiran Starlink, layanan internet satelit milik Elon Musk, telah menimbulkan diskusi hangat di Indonesia. Sebagai alternatif konektivitas.

img_title Menkomdigi: 397 BTS Dibangun di Papua, Internet Kini Menjangkau Hampir 2.000 Titik

Starlink menawarkan solusi bagi daerah-daerah terpencil yang sulit dijangkau oleh infrastruktur tradisional seperti fiber optik dan BTS (Base Transceiver Station).

Layanan internet berbasis fiber optik di Indonesia umumnya disediakan oleh perusahaan seperti IndiHome (Telkom Indonesia), Biznet, dan MyRepublic. Teknologi ini menggunakan kabel serat optik yang mampu mengirimkan data dengan kecepatan tinggi dan latensi rendah, sehingga sangat cocok untuk kebutuhan rumah tangga hingga perkantoran di wilayah perkotaan.

img_title Eks CEO Google Peringatkan Bahaya AI: Bisa Belajar Membunuh Manusia Jika Jatuh ke Tangan yang Salah

Sementara itu, jaringan internet berbasis BTS (Base Transceiver Station) biasanya digunakan oleh operator seluler seperti Telkomsel, Indosat Ooredoo Hutchison, dan XL Axiata. Jaringan ini memanfaatkan sinyal seluler 4G atau 5G yang dipancarkan dari menara BTS dan dapat diakses melalui perangkat modem MiFi, HP, atau router nirkabel. Meskipun fleksibel, kualitas sinyal BTS sangat bergantung pada jarak ke menara dan kepadatan pengguna di wilayah tersebut.

Ilustrasi menara BTS

Photo :
  • shutterstock
img_title Kinerja Kuartal II 2025 Kinclong, XLSmart Siap Tempur di Era Digital 5G dan AI

Namun, bagaimana perbandingan performa, biaya, dan keandalan antara Starlink dengan jaringan fiber optik dan BTS konvensional?

Halaman Selanjutnya
img_title