Synology Punya Kuncian agar Data Bisnis Perusahaan Tak Jadi Korban Serangan Siber

Head of Southeast Asia Synology Thachawan Chinchanakarn.
Sumber :
  • Dok. Synology

Digital, VIVA - Pertumbuhan ekonomi digital di kawasan ASEAN atau Asia Tenggara menciptakan lonjakan kebutuhan akan solusi penyimpanan dan juga perlindungan data.

img_title Siapkan Transformasi Besar-Besaran di Balik Rebranding Logo

Di tengah tren tersebut, Synology memperkenalkan portofolio terbaru yang dirancang untuk membantu perusahaan menghadapi tantangan transformasi digital dan keamanan siber yang kian kompleks.

Head of Southeast Asia Synology Thachawan Chinchanakarn menyebut nilai pasar solusi data di kawasan ini pada 2024 diperkirakan mencapai US$13,7 miliar, dan akan meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi US$30,4 miliar di 2030.

img_title Kawal Swasembada Lewat Sinkronisasi Data

Meski begitu, riset Synology menunjukkan sekitar 85 persen bisnis belum sepenuhnya mampu memanfaatkan potensi data yang mereka miliki, sementara lebih dari 55 persen perusahaan pernah mengalami serangan siber.

Hanya 22 persen di antaranya yang yakin bisa pulih dengan cepat dari serangan siber tersebut.

img_title Perempuan di Balik Transformasi Digital Tiki

“Artinya, mayoritas perusahaan masih belum sepenuhnya memanfaatkan data atau memaksimalkan transformasi digital jika mengacu data kami. Mereka masih baru pada tahap awal atau menengah. Penyebabnya adalah mereka harus menghadapi ancaman dari serangan siber,” kata Tjia, sapaan akrabnya.

Situasi itu mendorong Synology memperkuat pendekatannya lewat empat pilar utama, yakni data storage and management, business productivity, data protection, serta video surveillance.

Halaman Selanjutnya
img_title