Di Era AI, Fotografi Tak Mati

Fotografi akan selalu penting di tengah banjirnya konten digital.
Sumber :
  • Dok. Istimewa

Digital, VIVA - Era digital membawa teknologi baru dan tren inovatif yang memungkinkan siapa saja untuk menjadi fotografer.

img_title Bos Besar Samsung Electronics Bongkar Fakta Mengejutkan untuk Pengguna di Asia Tenggara

Kamera digital yang lebih canggih, kemudahan editing dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), hingga pengambilan gambar dari perspektif yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya.

Semua ini mengubah cara kita dalam fotografi, sekaligus membuka peluang besar untuk siapa saja yang ingin mengeksplorasi.

img_title AI Bisa Bantu Pedagang Kaki Lima Naik Kelas

Untuk itu, Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Dian Nusantara (Undira) menggelar pameran fotografi bertajuk 'Kreativitas Tanpa Batas dalam Lensa' secara serentak di tiga lokasi kampus pada 19-20 Desember 2025.

Sebanyak 549 karya mahasiswa dipamerkan sebagai bentuk implementasi kurikulum berbasis luaran atau outcome-based education.

img_title Mencari Relasi hingga Jodoh Lewat AI dan Astrologi

Melalui ajang ini, mahasiswa diberikan ruang untuk memamerkan kreativitas sekaligus menunjukkan pencapaian praktis dari hasil pembelajaran mereka.

"Pameran ini merupakan bukti relevansi fotografi di tengah banjirnya konten digital. Fotografi akan selalu penting dalam kehidupan. Setiap foto yang dipajang telah melalui diskusi dan kurasi yang panjang. Kami juga berkomitmen untuk mendaftarkan Hak Kekayaan Intelektual (HKI) bagi setiap karya. Jadi, mahasiswa nantinya akan memiliki sertifikat HKI sebagai lampiran kompetensi mereka," kata Wakil Rektor I Undira Margono Sugeng.

Ketua Pelaksana Pameran sekaligus Dosen Koordinator Mata Kuliah Fotografi Visual dan Konten Undira, Suswinda Ningsih, menjelaskan bahwa proses kurasi mengutamakan kedekatan rasa antara fotografer dengan karyanya.

Ia menekankan pentingnya kejujuran visual sebelum sebuah karya disuguhkan kepada publik.

"Foto itu tentang rasa. Mahasiswa diajak berdiskusi, apakah mereka suka dengan karyanya sendiri sebelum diberikan kepada orang lain. Ini adalah langkah pertama, mungkin juga pameran sekali seumur hidup bagi mereka, sehingga harus menjadi kenangan yang membanggakan," tutur dia.

Suswinda berharap ajang ini mampu mengasah kepekaan mahasiswa dalam membaca fenomena sosial dan juga memperkuat posisi kampus sebagai institusi yang adaptif terhadap kebutuhan industri kreatif masa depan.