Turun Tangan Cegah Stunting, Intervensi Gizi Digelar 6 Bulan
- Dok. SDGs
Digital, VIVA - Berdasarkan hasil Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2024 yang dirilis Kementerian Kesehatan (Kemenkes), prevalensi stunting nasional berhasil diturunkan menjadi 19,8 persen.
Penurunan ini menunjukkan tren positif, turun dari 21,6 persen pada 2022 dan 21,5 persen pada 2023.
Data yang tercermin positif ini harapannya dapat membangkitkan dan menggencarkan beragam upaya, agar terus dilakukan pencegahan dan penurunan angka stunting.
Hal ini menjadi fokus perhatian bersama, pasalnya, dampak stunting dapat mempengaruhi pertumbuhan anak dalam jangka panjang.
Meski demikian, pemerintah terus mendorong berbagai upaya kolaboratif untuk menurunkan angka stunting secara berkelanjutan.
Adapun faktor penyebab stunting di Indonesia antara lain pola asuh orangtua yang kurang baik, terutama dalam hal pemberian makan kepada anak (balita), adanya infeksi pada anak, keterbatasan akses terhadap makanan bergizi, rendahnya asupan vitamin dan mineral, serta konsumsi makanan ibu hamil yang tidak memenuhi standar kebutuhan gizi.
Asuransi BRI Life menyadari pentingnya pencegahan stunting serta besarnya risiko dampak gangguan pertumbuhan pada kualitas hidup anak.