El Nino Godzilla Mengancam, AI Siap Mengadang

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K Santosa.
Sumber :
  • Dok. PalmCo

Menurut Jatmiko, pendekatan penanganan kini bergeser dari responsif menjadi preventif.

img_title Rekomendasi Laptop AI 14 Inci, Bukan Sekadar Gimmick

BUMN Perkebunan ini mengandalkan teknologi berbasis kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI) bernama Arfina atau Artificial Intelligence Fire Monitoring Integrated Ground Checking Nusantara.

Sistem tersebut memantau potensi kebakaran secara real-time. “Sistem ini membantu kami mendeteksi titik panas lebih awal, sehingga penanganan bisa dilakukan sebelum api meluas,” ujarnya.

img_title CFO Fokus Hemat, CMO Kejar Growth: AI Sudah Masuk ke Jantung Bisnis dan Jadi Titik Panas di Perusahaan

Namun, ia menekankan, teknologi tersebut harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia di lapangan. Setiap peringatan dari sistem akan langsung ditindaklanjuti oleh tim yang siaga di wilayah operasional.

PTPN IV PalmCo juga memperkuat infrastruktur pendukung. Seperti pembangunan embung dan sekat kanal di area rawan kekeringan. Upaya ini dilengkapi kolaborasi bersama aparat TNI dan Polri dalam kegiatan patroli serta aksi tanggap darurat karhutla.

img_title Teknologi Tumbuh Makin Cepat, Tata Kelola Menentukan Arah Dampaknya

Di sisi lain, ancaman kemarau tidak hanya berkaitan dengan kebakaran, tetapi juga berdampak langsung pada produktivitas tanaman. Jatmiko menjelaskan, kekeringan berkepanjangan dapat memicu berbagai risiko. Mulai dari gangguan pertumbuhan tanaman hingga penurunan hasil produksi.

“Kemarau panjang membawa efek domino, seperti potensi ledakan hama, kekeringan tanah, hingga penurunan rendemen. Ini harus diantisipasi secara menyeluruh,” tuturnya.

Halaman Selanjutnya
img_title