Bagaimana Sistem Digital SSCASN Mempercepat Pengangkatan 1 Juta Guru Honorer
- Tangkap Layar
Digital – Setiap bulan November, Indonesia memperingati Hari Guru Nasional, momen yang tak hanya merayakan jasa para pendidik, tetapi juga menjadi waktu refleksi terhadap kesejahteraan mereka. Salah satu isu yang terus mencuat setiap tahun adalah rendahnya penghasilan guru honorer yang telah lama mengabdi.
Namun, di bawah kepemimpinan Nadiem Anwar Makarim sebagai Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (2019–2024), kondisi itu dinilai sedikit membaik.
Hal itu dikatakan oleh Pengamat pendidikan sekaligus pengajar di LSPR Communication and Business Institute, Ari S. Widodo
Ari juga menilai, selama masa jabatannya, Nadiem berhasil membawa angin segar bagi hampir satu juta guru honorer melalui kebijakan rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Sebelumnya, kata dia, banyak guru honorer yang hanya menerima upah sekitar Rp200 ribu per bulan. Kini, mereka bisa menikmati gaji dan tunjangan setara dengan guru berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS).
"Setidaknya ada kepastian yang lebih baik bagi para guru honorer yang kerap diberitakan kondisi mereka sering sangat memprihatinkan. Saya pribadi melihat dia (Nadiem Makarim) peduli akan perbaikan kesejahteraan guru-guru," ujar Ari dalam keterangan resminya, dikutip Selasa 11 November 2025.
Program pengangkatan guru honorer menjadi PPPK lahir sebagai respons terhadap kondisi tenaga pengajar yang kerap berada di bawah standar kelayakan, terutama di wilayah terpencil.